π˜½π™€π™œπ™€π™§π™•π™€π™£π™šπ™‰π™šπ™¬π™¨ | Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, turun langsung ke Cisarua, Bogor, membagikan ratusan unit biopori sekaligus mengajak masyarakat membangun sistem resapan air dari rumah masing-masing.

Hal tersebut sebagai langkah konkret pencegahan banjir di Jabodetabek yang mulai digencarkan dari hulu.

500 Unit Biopori untuk 10 Desa, Fokus Cegah Banjir dari Hulu

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mencegah banjir di Jabodetabek dengan menyerahkan bantuan 500 unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Upaya tersebut dilakukan dalam acara memperingati Hari Air Sedunia yang diselenggarakan oleh KLH/BPLH dengan tema β€œWater and Gender” di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

β€œHari ini kami serahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa, masing-masing 50 unit biopori, untuk mencegah banjir,” ujar Wamen Diaz, Minggu, 5 April 2025, di Gunung Mas.

Wamen Diaz menjelaskan pemasangan biopori di wilayah tersebut diperlukan mengingat Kecamatan Cisarua merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Ciliwung yang perlu dijaga keseimbangan airnya.

Imbauan Tegas: Setiap Rumah Wajib Punya Biopori dan Tanam Pohon

Dalam sambutannya, Wamen Diaz juga turut mendorong masyarakat untuk menanam unit pipa biopori di rumah tangga masing-masing sekaligus dengan menanam pohon.