π˜½π™€π™œπ™€π™§π™•π™€π™£π™šπ™‰π™šπ™¬π™¨Β |Β Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi anggaran dan bantalan fiskal.

Pemerintah akhirnya angkat suara di tengah kekhawatiran publik soal lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam pernyataan tegas yang disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik hingga akhir 2026, meski tekanan global terus meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kepastian ini sekaligus meredam spekulasi liar yang sebelumnya beredar luas di masyarakat terkait potensi kenaikan harga energi dalam waktu dekat.

Pemerintah Pasang β€œTameng” Anggaran hingga USD100 per Barel

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia jauh di atas asumsi awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak USD100 per barel, sampai akhir tahun sudah dihitung. Untuk yang bersubsidi ya. Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman," kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menkeu RI, Senin, 6 April 2026.

Langkah ini menunjukkan adanya ketahanan fiskal yang cukup kuat, bahkan ketika harga minyak dunia melampaui asumsi dasar APBN sebesar USD70 per barel.

Isu BBM Naik Juli Dibantah Tegas