Tren kustomisasi motor di Indonesia menunjukkan pergeseran menarik, di mana para builder kini semakin sering menggunakan basis motor modern yang canggih. Fenomena ini dikenal sebagai gaya neo-retro, memadukan keandalan teknologi terkini dengan daya tarik visual dari era klasik.
Basis motor injeksi dan berpendingin cairan kini menjadi primadona untuk proyek kustom, berbeda dengan kecenderungan sebelumnya yang selalu mencari motor karburator lawas. Penggunaan basis modern menjamin performa yang optimal, emisi yang lebih bersih, dan ketersediaan suku cadang yang lebih mudah diakses.
Permintaan pasar terhadap motor dengan tampilan klasik yang tidak merepotkan secara perawatan harian menjadi latar belakang utama tren ini. Konsumen menginginkan gaya motor *cafe racer* atau *scrambler* namun tetap memiliki fitur keselamatan dan kenyamanan berkendara layaknya motor produksi terbaru.
Menurut Bima Sakti, seorang builder kustom ternama, tantangan utama terletak pada penyesuaian sasis dan sistem kelistrikan yang kompleks. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah proyek neo-retro adalah keseimbangan sempurna antara estetika minimalis dan fungsionalitas elektronik modern.
Implikasi dari tren ini adalah meningkatnya permintaan akan komponen kustom plug-and-play yang dirancang khusus untuk motor modern. Hal ini turut mendorong industri UMKM lokal yang berfokus pada produksi tangki, jok, dan knalpot kustom berkualitas tinggi.
Saat ini, banyak pabrikan besar merespons tren ini dengan merilis model-model yang sudah mengadopsi desain retro, namun basis kustomisasi tetap tak terbendung. Komunitas builder terus berinovasi, bahkan mulai memasukkan elemen futuristik ke dalam desain klasik, menciptakan sub-genre baru yang lebih berani.
Motor kustom neo-retro membuktikan bahwa penggemar otomotif tidak perlu memilih antara gaya klasik yang memukau atau performa modern yang andal. Perpaduan ini menawarkan solusi ideal bagi pengendara urban yang menginginkan identitas unik tanpa mengorbankan kenyamanan teknologi.