Tren adopsi teknologi di Indonesia kini didorong oleh hadirnya perangkat pintar dengan harga yang semakin terjangkau. Konsumen tidak lagi harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan fitur canggih pada gadget seperti TWS dan smartwatch.
Perangkat audio nirkabel atau TWS kini menawarkan kualitas suara yang mumpuni serta daya tahan baterai yang impresif, bahkan pada segmen harga di bawah Rp 300 ribu. Demikian pula dengan smartwatch, yang kini dilengkapi sensor kesehatan akurat dan notifikasi pintar, menjadikannya asisten pribadi di pergelangan tangan.
Fenomena ini dimungkinkan berkat efisiensi rantai pasok global dan persaingan ketat antar produsen Tiongkok dan lokal. Peningkatan volume produksi memungkinkan produsen menekan biaya tanpa mengorbankan fungsi dasar yang dibutuhkan pengguna. "Masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap nilai; mereka mencari rasio fitur per harga yang paling optimal," ujar Dr. Budi Santoso, Analis Teknologi dari Tech Insight Indonesia. Ia menambahkan bahwa pergeseran ini menunjukkan kedewasaan pasar yang lebih memilih fungsionalitas daripada sekadar merek premium.
Ketersediaan gadget berkualitas dengan harga murah secara signifikan membantu mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. Lebih banyak lapisan masyarakat kini dapat mengakses teknologi kesehatan dan komunikasi modern yang sebelumnya dianggap mewah.
Selain TWS dan smartwatch, segmen tablet juga mengalami lonjakan popularitas, terutama untuk kebutuhan pendidikan jarak jauh dan hiburan keluarga. Tablet murah berkualitas kini hadir dengan layar yang memadai dan dukungan baterai besar, memenuhi kebutuhan multitasking harian.
Gelombang gadget fungsional dengan harga bersahabat ini telah mengubah peta persaingan industri teknologi Tanah Air. Konsumen Indonesia kini memegang kendali penuh, menuntut inovasi berkelanjutan yang tetap mengutamakan nilai ekonomis.