Krisis kesehatan global yang paling senyap namun mematikan adalah resistensi antimikroba (AMR), di mana bakteri, virus, jamur, dan parasit menjadi kebal terhadap obat yang dirancang untuk membunuhnya. Fenomena ini mengancam kemampuan kita untuk mengobati infeksi umum, mengubah prosedur medis rutin menjadi sangat berisiko.
Data global menunjukkan bahwa AMR bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahunnya, melebihi angka kematian akibat beberapa penyakit menular utama lainnya. Tanpa tindakan cepat, AMR diprediksi akan menjadi penyebab kematian utama di dunia, membalikkan kemajuan medis selama puluhan tahun.
Penyebab utama peningkatan AMR adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat, baik dalam sektor kesehatan manusia maupun peternakan. Pasien seringkali meminta antibiotik untuk infeksi virus yang tidak memerlukannya, sementara praktik resep yang tidak tuntas juga mempercepat evolusi bakteri super.
Menurut para ahli kesehatan masyarakat, pendekatan "Satu Kesehatan" (One Health) sangat krusial dalam menanggulangi masalah ini, menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Ahli menekankan bahwa edukasi masyarakat mengenai kapan dan bagaimana menggunakan antimikroba adalah garis pertahanan pertama yang paling efektif.
Dampak AMR meluas hingga ke sektor ekonomi, menyebabkan peningkatan biaya perawatan rumah sakit karena pasien membutuhkan pengobatan yang lebih lama dan obat yang lebih mahal. Selain itu, prosedur bedah besar, transplantasi organ, dan kemoterapi menjadi hampir mustahil dilakukan tanpa antibiotik yang berfungsi penuh.
Saat ini, banyak negara, termasuk Indonesia, telah memperkuat program pengendalian AMR nasional melalui pengawasan ketat terhadap peresepan dan penjualan antibiotik tanpa resep. Upaya ini juga melibatkan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan obat-obatan antimikroba baru, meskipun prosesnya memakan waktu lama dan mahal.
Mengatasi krisis AMR memerlukan komitmen kolektif dari pemerintah, profesional kesehatan, industri farmasi, dan seluruh lapisan masyarakat. Penggunaan antibiotik yang bijak hari ini adalah investasi fundamental untuk memastikan generasi mendatang masih dapat mengobati infeksi yang sederhana.