Motor klasik dan antik terus menunjukkan daya tarik yang tak lekang oleh waktu, menjadikannya lebih dari sekadar alat transportasi. Fenomena ini telah mengubah persepsi masyarakat, memposisikan kendaraan roda dua bersejarah sebagai aset investasi yang menjanjikan.
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga motor antik adalah kelangkaan unit dan tingkat orisinalitas komponennya yang tinggi. Kendaraan yang memiliki catatan sejarah kepemilikan jelas dan minim modifikasi biasanya diburu oleh kolektor serius dengan anggaran yang besar.
Kenaikan minat ini didorong oleh gelombang nostalgia yang kuat, terutama di kalangan generasi yang mencari koneksi dengan masa lalu mekanis. Motor tua menawarkan pengalaman berkendara yang murni dan berbeda, sebagai penyeimbang terhadap dominasi teknologi digital pada kendaraan baru.
Seorang pengamat pasar otomotif klasik menyatakan bahwa nilai motor antik yang terjaga baik cenderung stabil bahkan meningkat melampaui laju inflasi. Ia menambahkan bahwa meskipun tren kustomisasi sangat populer, orisinalitas adalah kunci utama untuk mempertahankan nilai jual tertinggi.
Dampak dari tren ini terlihat pada menjamurnya bengkel spesialis restorasi yang fokus pada pemeliharaan komponen orisinal dan langka. Komunitas pecinta motor antik kini semakin solid, aktif bertukar informasi mengenai suku cadang dan teknik perawatan otentik yang benar.
Saat ini, terjadi pergeseran fokus kolektor dari sekadar merek populer menuju model-model dengan sejarah balap atau unit produksi terbatas. Banyak pameran otomotif modern mulai mengintegrasikan segmen motor antik untuk menarik spektrum pengunjung yang lebih luas dan edukatif.
Mengingat pasokan unit yang terbatas dan permintaan yang terus meningkat, prospek investasi pada motor antik terlihat sangat cerah dalam jangka panjang. Bagi calon investor, penelitian mendalam mengenai riwayat kendaraan dan keaslian dokumen menjadi langkah krusial sebelum melakukan akuisisi.