Dunia teknologi sedang menyaksikan pergeseran paradigma yang fundamental, didorong oleh akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) dan evolusi Realitas Ekstensi (XR).
Konvergensi dua kekuatan ini menjanjikan pengalaman digital yang tidak hanya imersif, tetapi juga sangat personal dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Integrasi AI memungkinkan sistem XR, seperti headset AR dan VR, untuk memproses data lingkungan secara real-time dengan akurasi tinggi.
Hal ini mencakup pengenalan objek, pelacakan mata, dan bahkan interpretasi emosi pengguna untuk menyesuaikan konten secara dinamis.
Sebelumnya, perangkat XR seringkali dianggap sebagai teknologi yang terbatas pada hiburan atau simulasi sederhana karena keterbatasan daya pemrosesan dan interaksi.
Kini, AI bertindak sebagai otak komputasional, membebaskan XR dari batasan tersebut dan memperluas aplikasinya ke sektor profesional seperti kesehatan dan desain industri.
Para pengamat industri sepakat bahwa kemampuan AI untuk menciptakan ‘agen cerdas’ dalam lingkungan virtual adalah kunci utama keberhasilan adopsi massal XR.
Agen-agen ini dapat berfungsi sebagai asisten virtual yang sangat realistis atau bahkan rekan kerja kolaboratif dalam ruang digital bersama.
Dampak terbesar terlihat pada sektor pendidikan dan pelatihan, di mana simulasi yang didukung AI menawarkan skenario pembelajaran yang jauh lebih realistis dan adaptif.

