Debat mengenai efisiensi kendaraan terus memanas seiring meningkatnya popularitas motor listrik di jalanan Indonesia. Konsumen kini dihadapkan pada pilihan sulit terkait mana yang paling menguntungkan dari sisi biaya operasional harian dan jangka panjang.
Perbedaan biaya paling mencolok terletak pada sumber energi yang digunakan untuk menempuh jarak yang sama. Secara umum, biaya pengisian daya listrik untuk menempuh 100 kilometer jauh lebih rendah dibandingkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan motor konvensional. Data menunjukkan bahwa pengeluaran energi motor listrik dapat menekan biaya harian hingga 70-80 persen dibandingkan motor bensin, tergantung tarif listrik dan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Meskipun harga beli motor listrik di pasar cenderung lebih tinggi dibandingkan motor bensin sekelasnya, biaya perawatan rutinnya sangat minimal. Motor listrik tidak memerlukan penggantian oli, busi, filter udara, atau komponen mesin kompleks lainnya yang menjadi pengeluaran rutin motor konvensional. Penghematan dari sisi perawatan ini menjadi faktor penentu yang menutupi selisih harga beli awal dalam periode tertentu.
Pakar otomotif menekankan bahwa penghematan terbesar motor listrik berasal dari eliminasi komponen fast-moving dan cairan pelumas. Mereka menyebutkan bahwa investasi awal yang besar akan tertutup oleh efisiensi operasional dalam beberapa tahun penggunaan, terutama bagi mereka yang memiliki intensitas berkendara tinggi. Hal krusial yang perlu diperhatikan adalah kesehatan baterai, yang merupakan komponen termahal dan memerlukan penanganan pengisian daya yang tepat.
Bagi pengguna motor bensin, menekan biaya operasional dapat dilakukan dengan memilih jenis BBM yang sesuai rekomendasi pabrikan dan melakukan servis berkala tepat waktu untuk menjaga efisiensi mesin. Sementara itu, pemilik motor listrik wajib memperhatikan siklus pengisian daya dan menghindari pengosongan total baterai agar usia pakainya maksimal. Kedua jenis motor ini menuntut kedisiplinan perawatan untuk mencapai efisiensi biaya yang optimal.
Dukungan pemerintah melalui insentif dan subsidi pembelian motor listrik semakin memperpendek waktu balik modal bagi konsumen. Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang semakin meluas juga memudahkan pengguna dalam perencanaan biaya perjalanan jarak jauh. Perkembangan teknologi baterai yang semakin efisien juga menjanjikan penurunan biaya operasional di masa mendatang.
Secara keseluruhan, motor listrik menawarkan potensi penghematan biaya operasional harian yang signifikan dibandingkan motor bensin konvensional. Keputusan akhir tetap bergantung pada pola penggunaan, jarak tempuh harian, dan kesiapan konsumen untuk beradaptasi dengan teknologi dan infrastruktur kendaraan listrik yang terus berkembang.
