Tren investasi tidak lagi terbatas pada properti atau saham; kendaraan roda dua klasik kini menjadi komoditas panas. Motor-motor legendaris dari era lampau terbukti memiliki daya tarik abadi, menjanjikan peningkatan nilai yang signifikan seiring berjalannya waktu.
Beberapa model ikonik yang terus diburu kolektor antara lain Vespa Kongo, Honda C70 (Pitungan), dan seri Yamaha RX-King Cobra. Kelangkaan unit orisinal dan sejarah yang melekat pada model-model ini menjadi faktor utama lonjakan harga di pasar.
Kenaikan harga motor klasik sering kali didorong oleh faktor nostalgia yang kuat serta kualitas restorasi yang dilakukan pemiliknya. Semakin murni dan autentik kondisi motor tersebut, semakin tinggi pula apresiasi harga yang ditawarkan di kalangan kolektor premium.
Menurut pengamat pasar otomotif, Bapak Rahmat Hidayat, nilai investasi pada motor klasik jauh lebih stabil dibandingkan kendaraan modern yang cepat terdepresiasi. Beliau menekankan bahwa kolektor harus fokus pada riwayat perawatan dan kelengkapan surat-surat resmi motor tersebut sebelum melakukan transaksi.
Lonjakan minat ini menciptakan pasar sekunder yang sangat aktif, di mana transaksi motor klasik dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kondisi unit. Dampaknya, banyak bengkel spesialis restorasi motor klasik bermunculan untuk memenuhi permintaan pasar yang haus akan unit prima dan terawat.
Saat ini, motor klasik dengan kapasitas mesin kecil yang populer di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan harga tercepat dibandingkan model Eropa. Fenomena ini menunjukkan pergeseran fokus kolektor menuju ikon-ikon lokal yang memiliki nilai historis dan emosional kuat di Indonesia.
Motor klasik legendaris adalah investasi yang menawarkan kepuasan hobi sekaligus potensi keuntungan finansial yang menjanjikan dalam jangka panjang. Bagi kolektor pemula, penting untuk melakukan riset mendalam dan memastikan keaslian unit serta kelengkapan dokumen sebelum melakukan akuisisi.

