π˜½π™€π™œπ™€π™§π™•π™€π™£π™šπ™‰π™šπ™¬π™¨ | Isu sensitif dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Bogor akhirnya terkuak.

Hasil audit investigasi resmi menyebut tidak ada aliran dana ke institusi strategis, namun fakta mengejutkan muncul transaksi justru terdeteksi antar oknum ASN. Pemerintah langsung ambil langkah tegas.

Audit Investigasi Resmi Rampung, Fakta Mulai Terungkap

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Inspektorat telah menyelesaikan audit investigasi atas penanganan pengaduan masyarakat terkait dugaan praktik jual beli jabatan, yang dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Rahman, menjelaskan bahwa proses audit telah dilaksanakan sejak 11 Maret 2026 melalui tahapan menyeluruh, mulai dari pengumpulan data hingga klarifikasi terhadap pihak terkait.

β€œTim Inspektorat melakukan audit investigasi secara komprehensif untuk memperoleh data dan fakta yang relevan, kompeten, material, dan memadai. Seluruh tahapan dilakukan secara cermat dan mendalam guna memastikan informasi yang diperoleh lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arif Rahman.


Klarifikasi Puluhan Pejabat, Tidak Ada Aliran Dana ke Institusi

Dalam prosesnya, Inspektorat telah meminta keterangan kepada 24 pegawai dan pejabat, mulai dari Eselon II hingga staf pelaksana. Namun hasil audit memastikan tidak ada aliran dana ke lembaga strategis seperti BKPSDM maupun Tim Penilai Kinerja (TPK).

Ia menegaskan, permintaan klarifikasi tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan pihak yang diperiksa.

Fakta Mengejutkan: Transaksi Hanya Antar 4 PNS