Perdebatan mengenai efisiensi biaya antara motor listrik dan motor bensin kini menjadi pertimbangan utama bagi konsumen otomotif di Indonesia. Banyak masyarakat mulai menghitung secara cermat pengeluaran jangka panjang sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan baru.

Data menunjukkan bahwa biaya pengisian daya listrik jauh lebih murah dibandingkan pembelian bahan bakar minyak untuk jarak tempuh yang sama. Dalam kurun waktu tiga tahun, selisih pengeluaran operasional ini dapat mencapai angka jutaan rupiah bagi pengguna harian.

Selain faktor bahan bakar, motor listrik memiliki keunggulan pada komponen mesin yang lebih sederhana dan minim suku cadang bergerak. Hal ini berbanding terbalik dengan motor bensin yang memerlukan penggantian oli rutin serta perawatan berkala pada sistem pembakaran.

Para pengamat otomotif menyatakan bahwa meskipun harga beli awal motor listrik cenderung lebih tinggi, penghematan muncul dari sisi pemeliharaan rutin. Komponen seperti busi, filter udara, dan transmisi kompleks pada motor konvensional menambah beban biaya yang tidak ada pada motor listrik.

Pajak kendaraan bermotor untuk unit listrik juga mendapatkan insentif khusus yang membuatnya jauh lebih terjangkau setiap tahunnya. Kebijakan ini memberikan keuntungan finansial tambahan bagi pemilik kendaraan ramah lingkungan dalam mengelola anggaran transportasi mereka.

Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas di berbagai titik strategis turut meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk beralih. Teknologi baterai yang terus berkembang juga menawarkan masa pakai lebih lama sehingga mengurangi kekhawatiran akan biaya penggantian baterai yang mahal.

Memilih antara motor listrik atau bensin pada akhirnya bergantung pada pola penggunaan dan kesiapan infrastruktur di wilayah masing-masing. Namun secara akumulatif selama tiga tahun, motor listrik menawarkan potensi penghematan yang signifikan bagi dompet pengguna.