Pergeseran minat masyarakat Indonesia terhadap sepeda motor listrik semakin pesat, memicu perdebatan mengenai efisiensi biaya operasionalnya. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah, seberapa jauh motor listrik dapat mengungguli motor bensin dalam hal penghematan biaya jangka panjang? Biaya energi menjadi pembeda paling mencolok, di mana pengisian daya listrik jauh lebih hemat dibandingkan pengisian bahan bakar minyak (BBM). Untuk menempuh jarak yang sama, motor listrik hanya membutuhkan biaya puluhan rupiah per kilometer, jauh di bawah biaya bahan bakar motor konvensional yang mencapai ratusan rupiah.

Dari sisi perawatan, motor listrik menawarkan keunggulan signifikan karena minimnya komponen bergerak yang memerlukan penggantian rutin. Pemilik motor bensin wajib mengganti oli mesin, filter, dan busi secara berkala, sementara motor listrik hanya berfokus pada kesehatan ban dan sistem pengereman.

Menurut pengamat industri otomotif, perhitungan total biaya kepemilikan (TCO) harus memasukkan potensi penggantian baterai motor listrik sebagai investasi jangka panjang. Meskipun harga baterai cukup mahal, umur pakainya yang mencapai ribuan siklus pengisian seringkali menutupi penghematan biaya perawatan rutin selama bertahun-tahun.

Untuk memaksimalkan efisiensi motor listrik, tips utamanya adalah menjaga siklus pengisian baterai agar tidak mencapai nol persen terlalu sering dan hindari pengisian daya berlebihan. Sementara itu, pemilik motor bensin harus disiplin dalam jadwal servis berkala dan selalu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan demi menjaga performa mesin.

Dukungan pemerintah melalui berbagai insentif dan subsidi pembelian turut mempercepat adopsi motor listrik, mengurangi beban biaya investasi awal yang sering menjadi hambatan. Pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga terus ditingkatkan, menjamin kemudahan akses pengisian daya di berbagai wilayah.

Secara keseluruhan, meskipun harga beli awal motor listrik mungkin terasa lebih tinggi, selisih biaya operasional harian dan perawatan rutin memberikan keuntungan finansial yang besar. Keputusan memilih kendaraan kini bergeser dari sekadar harga unit menjadi perhitungan total penghematan yang didapat selama masa pakai kendaraan tersebut.