π½π€ππ€π§ππ€π£ππππ¬π¨ | Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat keberhasilan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa sepanjang tahun 2025.
Program yang dikomandoi langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto ini telah digelar sebanyak 546 kali di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Total volume pangan yang didistribusikan mencapai 2.300 ton, dengan nilai perputaran ekonomi sebesar Rp34 miliar. Program ini memberikan manfaat langsung kepada sekitar 1,6 juta masyarakat Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor Respon Cepat Aduan Warga, Diduga Mencemari Lingkungan, Perusahaan Limbah B3 di Parungpanjang Disegel
GPM Jadi Instrumen Pengendalian Harga dan Inflasi
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, GPM tidak hanya berfungsi sebagai distribusi bahan pangan, tetapi juga sebagai instrumen menjaga kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
βGerakan Pangan Murah ini bukan sekadar program distribusi bahan pokok, tetapi juga wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Bogor dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,β ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Selasa, 30 Desember 2025.
Survei: 100 Persen Warga Puas
Pelaksanaan GPM 2025 mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat. Berdasarkan survei kepuasan terhadap 582 responden, sebanyak 60 persen menyatakan sangat puas dan 40 persen menyatakan puas.
Dengan demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan GPM 2025 berada pada kategori puas, bahkan 100 persen responden menyatakan puas atau sangat puas.