Banyak masyarakat Indonesia masih memercayai berbagai asumsi kesehatan turun-temurun tanpa mengetahui kebenaran medis yang sebenarnya. Fenomena ini sering kali memicu kekeliruan dalam penanganan gejala penyakit ringan di lingkungan keluarga.
Salah satu mitos yang paling populer adalah anggapan bahwa mandi pada malam hari merupakan penyebab utama penyakit rematik. Faktanya, para ahli medis menegaskan bahwa suhu dingin hanya memicu rasa nyeri pada sendi yang sudah mengalami peradangan sebelumnya.
Selain itu, praktik kerokan sering dianggap sebagai metode paling ampuh untuk mengusir angin yang masuk ke dalam tubuh. Secara ilmiah, kemerahan pada kulit saat kerokan sebenarnya adalah pecahnya pembuluh darah kapiler dan bukan tanda keluarnya angin.
Dokter spesialis menekankan bahwa edukasi literasi kesehatan sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan. Pemahaman yang tepat mengenai fungsi tubuh akan membantu individu dalam mengambil keputusan medis yang lebih bijak.
Dampak dari kepercayaan buta terhadap mitos ini sering kali mengakibatkan keterlambatan pasien dalam mencari bantuan medis profesional. Kondisi kesehatan yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat justru berisiko memburuk akibat penanganan mandiri yang salah.
Saat ini akses informasi kesehatan semakin terbuka lebar melalui berbagai platform digital yang dapat divalidasi kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi data kepada tenaga kesehatan berwenang sebelum mempraktikkan pengobatan tradisional.
Kesadaran untuk membedakan antara fakta medis dan tradisi merupakan langkah awal menuju pola hidup yang lebih sehat. Mari mulai kritis dalam menyerap informasi demi menjaga kualitas kesehatan diri dan keluarga tercinta.

