Banyak masyarakat Indonesia masih terjebak dalam berbagai mitos kesehatan yang diwariskan secara turun-temurun tanpa dasar ilmiah yang jelas. Fenomena ini seringkali memicu kekhawatiran berlebih atau justru penerapan pola hidup yang kurang tepat bagi tubuh.

Salah satu mitos paling populer adalah anggapan bahwa meminum air es dapat membekukan lemak dan menyebabkan perut menjadi buncit. Padahal, secara medis air yang masuk ke tubuh akan segera disesuaikan suhunya oleh sistem pencernaan sebelum diserap oleh sel-sel.

Selain air es, kebiasaan makan di malam hari juga sering dianggap sebagai penyebab utama kenaikan berat badan secara instan. Faktanya, total akumulasi kalori harian yang masuk jauh lebih menentukan daripada sekadar waktu kapan makanan tersebut dikonsumsi.

Para ahli gizi menekankan bahwa metabolisme tubuh manusia tetap bekerja sepanjang waktu meskipun dalam intensitas yang berbeda saat beristirahat. Kenaikan berat badan terjadi karena adanya surplus kalori yang konsisten, bukan hanya akibat satu kali aktivitas makan malam.

Kepercayaan pada mitos yang salah dapat menghambat seseorang dalam mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh secara optimal. Masyarakat cenderung menghindari jenis asupan tertentu karena rasa takut yang tidak berdasar pada bukti klinis yang valid.

Kini akses informasi medis yang otentik semakin mudah dijangkau melalui berbagai platform digital dan edukasi langsung dari tenaga kesehatan profesional. Literasi kesehatan menjadi kunci utama agar masyarakat tidak lagi mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar luas.

Memahami fakta ilmiah sangat penting untuk menjaga kualitas kesehatan jangka panjang tanpa harus merasa terbebani oleh mitos. Mari mulai bersikap kritis terhadap setiap informasi kesehatan dengan merujuk pada sumber-sumber yang kredibel dan terpercaya.