Banyak masyarakat Indonesia masih memegang teguh berbagai tradisi kesehatan yang sebenarnya hanya merupakan mitos tanpa dasar medis kuat. Salah satu yang paling populer adalah anggapan bahwa mandi pada malam hari secara langsung dapat menyebabkan penyakit rematik.
Secara medis, rematik merupakan penyakit autoimun atau peradangan sendi yang tidak dipicu oleh suhu air maupun waktu mandi seseorang. Suhu dingin memang bisa memperparah rasa nyeri pada penderita sendi, namun bukan merupakan penyebab utama munculnya penyakit tersebut.
Selain masalah mandi malam, mitos mengenai konsumsi air es yang dianggap dapat membekukan lemak di perut juga masih sering terdengar. Padahal, suhu air yang masuk ke dalam tubuh akan segera menyesuaikan dengan suhu internal manusia sebelum melalui proses pencernaan.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa penambahan berat badan lebih disebabkan oleh total asupan kalori harian, bukan karena suhu air minum. Konsumsi air putih, baik dingin maupun hangat, justru sangat disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh tanpa menambah beban lemak berlebih.
Kepercayaan yang salah terhadap mitos-mitos ini seringkali membuat masyarakat merasa cemas secara berlebihan terhadap aktivitas sehari-hari yang normal. Hal ini juga berisiko menghambat penanganan medis yang tepat karena pasien lebih memilih pengobatan alternatif berdasarkan asumsi yang keliru.
Literasi kesehatan digital kini menjadi kunci utama dalam membedakan antara informasi valid dan hoaks yang tersebar luas di media sosial. Edukasi berbasis sains terus digalakkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan referensi kesehatan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Memahami fakta medis yang benar akan membantu individu dalam menerapkan pola hidup sehat tanpa terbebani oleh ketakutan yang tidak beralasan. Mari mulai bersikap kritis terhadap setiap informasi kesehatan dengan merujuk pada penjelasan dari otoritas medis resmi.

