π˜½π™€π™œπ™€π™§π™•π™€π™£π™šπ™‰π™šπ™¬π™¨ | Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bogor melalui kolaborasi kuat pemerintah pusat dan daerah.

Pasalnya, selama tahun 2025, sebanyak 28 ribu kasus TBC merebak di wilayah Kabupaten Bogor. Karena itu, upaya percepatan penanganan TBC melalui kolaborasi lintas kementerian dan penguatan peran Puskesmas terus digaspol.

Penegasan itu disampaikan saat menerima kunjungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Kamis, 26 Februari 2026.

Hadir dalam agenda itu Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus, bersama jajaran Forkopimda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Dengan dukungan dua wakil menteri, Pemkab Bogor menargetkan deteksi dini dan kepatuhan pengobatan meningkat guna menekan angka kasus TBC secara signifikan.

Puskesmas Jadi Garda Terdepan

Bupati Rudy menekankan bahwa penguatan layanan dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kegiatan dilakukan di dua lokasi sebagai langkah konkret peningkatan pelayanan kesehatan.

β€œPuskesmas memiliki peran penting dalam deteksi dini, pendampingan pasien, hingga memastikan kepatuhan pengobatan TBC,” tandas Rudy.

Menurutnya, optimalisasi peran Puskesmas menjadi kunci dalam menekan penyebaran dan meningkatkan angka kesembuhan pasien TBC.